Minggu, 27 Mei 2012

KALKULASI HARGA PRODUK BERSAMA


BAB. VII
KALKULASI HARGA POKOK PRODUK SAMPINGAN DAN PRODUK BERSAMA
Pada umumnya setiap perusahaan industry akan menghasilkan lebih dari satu jenis produk. Produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan menjadi tujuan utama perusahaan merupakan produk utama (prime product), sedangkan produk yang tidak terelakkan untuk dihasilkan dan tidak menjadi tujuan utama perusahaan dapat dikategorikan menjadi dua macam ;
1.    Produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak dapat dijual. Produ ini dikenal dengan istilah limbah industry (waste)
2.    Produk yang mempunyai nilai ekonomis berapapun besarnya, apakah akan menjadi bahan baku produk lain, atau dijual langsung kepasaran. Produk ini dapat dikategorikan produk samping (by-product)
Apabila beberapa jenis produk dihasilkan dari satu kali proses produksi  dengan biaya produksi yang sama, maka produk utama ini disebut produk bersama (joint product), sedangkan jika hanya menggunakan fasilitas  yang sama, namun dengan bahan baku yang berbeda untuk menghasilkan berbagai jenis produk utama, maka produk ini disebut produk sekutu (co-product).
Sifat Produk Sampingan
1.    Nilai jualnya relative lebih rendah dari produk lain yang dihasilkan bersamanya sebagai produk utama apabila dapat dijual
2.    Produk sampingan merupakan produk yang bukan tujuan utama usaha perusahaan
3.    Jika tidak laku dijual, produk sampingan dikategorikan sebagai limbah industry
Contoh produk sampingan :
a.    Serbuk kayu dalam industry penggergajian kayu
b.    Dedak dalam penggilingan padi
c.    Ampas dalam industry gula pasir
d.    Bungkil dalam industry minyak goring dari kacang tanah
Sifat Produk Bersama
1.    Dihasilkan dari biaya produk yang sama
2.    Dihasilkan dalam satu kali proses produksi
3.    Pada umumnya merupakan produk yang menjadi tujuan utama usaha perusahaan
4.    Produk-produk tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative seimbang sesuai dengan kualitasnya
5.    Tidak dapat dinyatakan sebagai limbah industry apabila produk tersebut tidak laku dijual
Contoh produk bersama :
a.    Pabrik gula pasir yang menghasilkan beberapa jenis gula dari segi kualitas kadar gula maupun bentuknya.
b.    Penggilingan padi menghasilkan beras dan menir.
c.    Eksploitasi minyak menghasilkan minyak bensin, solar, minyak tanah, dll.
Sifat Produk Gabungan
1.    Nilainya relative sama
2.    Merupakan produk utama sebagai tujuan usaha perusahaan.
3.    Dihasilkan dari bahan baku yang berbeda, namun dengan fasilitas yang sama.
Contoh produk sampingan :
a.    Industri  furniture dengan menghasilkan meja, almari, tempat tidur, dll.
b.    Indusrti penggergajian kayu menghasilkan papan dan balok dari jenis kayu yang berbeda.
c.    Percetakan dan penerbitan menghasilkan berbagai barang cetakan dari bahan yang berbeda dan buku-buku dari terbitan yang berbeda.
Menentukan Harga Pokok Produk Sampingan
1.    Produk sampingan akan menimbulkan masalah dalam akuntansi apabila dinyatakan telah dijual atau digunakan sebagai bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi produk lain.
Hasil penjualan produk sampingan dapat diberlakukan dengan cara-cara berikut:
Cara 1: Hasil penjualan produk sampingan dapat diberlakukan dengan salah satu cara sbb :
a.    Sebagai pendapatan lain-lain
b.    Penambah hasil penjualan produk utama
c.    Pengurang harga pokok penjualan produk utama
d.    Pengurang harga pokok produk utama
Perlakuan tsb apabila perusahaan menganggap ;
a.    Produk sampingan dijual tanpa memerlukan proses lebih lanjut.
b.    Produk sampingan tidak memerlukan biaya penjualan dan biaya administrasi secara khusus
c.    Nilainya relatife kecil.
Cara 2: pendapatan bersih dari hasil penjualan, ( hasil penjualan dikurangi dengan biaya produksi setelah titik pisah, biaya penjualan dan biaya administrasi) diperlakukan sebagaimana cara-cara pada cara 1. Perlakuan ini diterapkan apabila:
a.    Produk sampingan diproses lebih lanjut untuk dapat dijual.
b.    Penjualan produk sampingan memerlukan biaya penjualan dan atau biaya administrasi.
Cara 3 : taksiran nilai pasar atau nilai pembelian apabila perusahaan membeli produk yang sejenis dengan produk yang dihasilkannya dari luar.
2.    Produk sampingan diberlakukan sebagai persediaan, sehingga akan dilaporkan dalam laporan neraca. Perlakuan tsb diterapkan apabila:
a.    Manajemen menganggap produk sampingan mempunyai nilai ekonomis yang relative besar.
b.    Perusahaan akan memproses produk sampingan lebih lanjut.


Contoh :
Diproduksi 44.000 kg produk utama dengan biaya produksi Rp 7.50/unit
Persediaan produk jadi awal sebanyak 4.000 unit dengan harga pokok Rp 7.50/unit
Dijual produk utama 42.000 unit @ Rp 12/unit
Produk sampingan laku dijual Rp 52.000, termasuk untuk produk sampingan Rp 5.000
Beban administrasi umum Rp 45.000 termasuk untuk produk sampingan Rp 1.500
Diminta : Buatlah Laporan Laba rugi.
CV NUGRAHA
LAPORAN LABA RUGI
Periode 31 Desember 2004

Penjualan (produk utama) : 42.000 x Rp 12                                                                           Rp 504.000,-
Harga Pokok Penjualan:
Persediaan awal :               4.000 x Rp 7.50                                Rp    30.000,-
Biaya Produksi :                                44.000 x Rp 7.50                                Rp  330.000,-
                                                48.000 x Rp 7.50                                Rp  360.000,-
Persediaan akhir :              6.000 x Rp 7.50                                Rp    45.000,-
Harga Pokok Penjualan                                                                                               Rp 315.000,-
Laba Bruto                                                                                                          Rp 189.000,-
Beban Operasi :
Beban Penjualan                                                                              Rp    52.000,-
Beban administrasi umum                                                           Rp    45.000,-
Total Beban Operasi                                                                                                                       Rp     97.000,-
Pendapatan lain-lain :
Hasil penjualan produk sampingan                                                                                           Rp        5.000.-
Laba Sebelum Pajak                                                                                       Rp      97.000,-
               




                                                                                                                                                                                                               


 











Biaya Bersama
Biaya bersama (joint cost) atau dikenal juga biaya produksi bersama (joint production cost) adalah biaya produksi yang terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang sama dalam satu kali proses produksi menghasilkan berbagai produk utama. Jenis-jenis produk yang dihasilkan tersebut dapat dibedakan berdasarkan kualitas, bentuk fisik, sifat, dll. Perusahaan penggilingan padi merupakan salah satu contoh proses produksi yang menghasilkan berbagai jenis produk ( beras kepala, beras pecah, menir, dedak halus, dan dedak kasar ) dalam satu kali proses dengan bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik yang sama industry gula putih, dengan kualitas I, kualitas II dan kualitas III.
Alokasi Biaya Bersama
Permasalahan yang timbul dalam akuntansi biaya untuk biaya bersama adalah menentukan harga pokok produksi untuk masing-masing jenis produk yang telah teridentifikasi pada saat titik pisah dalam satu proses produksi.
Penentuan Harga pokok produksi untuk masing-masing jenis produk yang dihasilkan dalam satu kali proses produksi dapat dilakukan dengan cara alokasi, dengan menggunakan salah satu dari metode-metode berikut :
1.    Metode nilai jual masing-masing jenis produk
2.    Metode rata-rata biaya persatuan
3.    Metode rata-rata tertimbang
4.    Metode satuan fisik
Metode Nilai Jual/Harga Pasar
Dalam metode ini biaya bersama dialokasikan ke masing-masing jenis produk atas dasar total nilai jual masing-masing produk. Oleh karena itu metode ini hanya dapat digunakan apabila harga jual masing-masing jeis produk dapat ditentukan / diketahui sebelum produk tsb dijual.
Contoh : PT. Anggaraksa Jaya menghasilkan produk bersama jenis A, B dan C. masing-masing 50.000 kg, dengan taksiran harga jual per Kg masing-masing Rp 150. Rp 125, dan Rp 50. Biaya produksi sebesar Rp 7.500.000 maka alokasi biaya bersama adalah sbb:
Produk
Kuantitas (Kg)
Harga (Rp)
Total Harga (Rp)
Nilai Jual (Rp)
Harga Pokok (Rp)
A
B
C
50.000
40.000
50.000
150
125
50
7.500.000
5.000.000
2.500.000
50,00
33,00
16,67
3.750.000
2.500.000
1.250.000


Metode Rata-rata Biaya Satuan
Alokasi biaya bersama dengan metode rata-rata biaya satuan dapat digunakan apabila berbagai jenis produk dapat dihasilkan dalam satu proses produksi yang sama dan mempunyai ukuran yg sama atau dapat dipersamakan.
Contoh:
Dalam satu kali proses produksi telah dihasilkan produk jenis A sebanyak 6000 kg, produk B sebanyak 7000 kg dan produk C sebanyak 5000 kg. dengan total biaya produksi sebesar Rp 9.000.000, maka rata-rata biaya per Kg adalah:
Total Biaya Bersama Rp 9.000.000  = Rp 500,-
Total kuantitas                      18.000
Metode Rata-rata Tertimbang
Metode rata-rata biaya persatuan sering tidak dapat memecahkan masalah kesesuaian pembebanan biaya persatuan, karena semua jenis produk dengan kualitas yang berbeda akan dibebani dengan biaya per satuan yang sama,padahal perbedaan jenis produk secara individual sangat mencolok
Metode Satuan Fisik
Metode satuan fisik hanya dapat dipergunakan sebagai dasar alokasi biaya bersama jika produk yang dihasil kan mempunyai ukuran yang sama misalnya pon,galon,dan ton.
Analisis Biaya dan Keputusan Manajemen
Pada dasarnya metode-metode alokasi biaya bersama tidak dapat membagikan biaya secara adil untuk berbagai jenis produk bersama, dan juga tidak dapat memberikan solusi atas masalah-masalah untuk berbagai tujuan manajerial. Alokasi biaya ini hanya dapat memberikan informasi tentang kontribusi marjin suatu jenis produk bersama secara individual, namun tidak dapat dijadikan dasar utama kebijaksanaan manajemen.

BAB. XIX
KALKULASI BIAYA LANGSUNG DAN MARJIN KONTRIBUSI

Pengertian Kalkulasi Biaya Langsung
Kalkulasi biaya langsung (direct costing) atau dikenal pula sebagai kalkulasi biaya variable atau kalkulasi biaya marjinal hanya membebani produk dengan biaya pabrikasi yang bervariasi langsung dengan volume. Biaya utama (biaya bahan baku dan upah pekerja langsung) ditambah overhead variable dibebankan ke persediaan, yakni barang dalam proses dan barang jadi, dan keharga pokok penjualan.
Sasaran Kalkulasi Biaya Langsung
1.    Kegunaan internal yang dapat diperoleh dari hubungan biaya tetap variable dan konsep marjin kontribusi
2.    Kegunaan eksternal yang berkaitan dengan penetapan biaya persediaan, penentuan besarnya laba, dan penyususnan laporan keuangan.

Perencanaan Laba                                                                                                                      Kalkulasi Biaya Persediaan
Penetapan Harga Pokok                                                                                                            Penentuan Jumlah Laba
Pengambilan Keputusan           Kegunaan Internal                    Kegunaan Eksternal  
Pengendalian Biaya                                                                                                                     Pelaporan Keuangan

Produk dan Biaya
 








Definisi Marjin Kontribusi
Marjin kontribusi (Laba marjinal), adalah selisih diantara hasil penjualan dan biaya variable. Hal itu dihitung dengan mengurangkan semua biaya variable, baik biaya pabrikasi maupun non pabrikasi, dari hasil penjualan.

Kegunaan Internal dari Kalkulasi Biaya Langsung

Manajer eksekutif yang meliputi eksekutif pemasaran, manajer produksi, dan analisis biaya sering kali membanggakan potensi kalkulasi biaya langsung dalam hal perencanaan, pengendalian dan analisis. Biaya tetap yang dihitung atas dasar per unit menurut kalkulasi biaya absorpsi cenderung berubah mengikuti perubahan volume produksi dan penjualan.
Kalkulasi biaya langsung sebagai alat perencanaan laba, yang sering kali disebut juga sebagai anggaran atau rencana operasi, meliputi semua tahapan dari operasi dimasa mendatang guna mencapai sasaran laba yang telah ditetapkan.
Biaya variable dan marjin kontribusi memungkinkan kita untuk memperkirakan laba secara cepat dan tepat guna mengambil keputusan dalam jangka pendek. Dalam penetapan harga berbagai jenis produk, manajemen perlu mengetahui apakah setiap produk dapat ditetapkan harganya agar mampu bersaing dan masih menghasilkan marjin kontribusi yang memadai bagi perusahaan sehingga dapat menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.

Kegunaan Eksternal dari Kalkulasi Biaya Langsung

Bahwa pemisahan biaya tetap dan variable, serta akuntansi untuk masing-masing dengan metode yang menyerupai metode kalkulasi biaya langsung akan menyederhanakan baik pemahaman atas perhitungan rugi-laba maupun pembebanan biaya pada persediaan. Untuk menjaga agar overhead pabrik  tetap tidak dilaporkan dalam biaya produk, maka biaya variable dan tetap harus dicatat pada perkiraan terpisah.
Laba Operasi, diperhitungkan tidaknya beban tetap dalam menilai persediaan dan harga pokok penjualan akan menyebabkan perbedaan besar antara laba kotor dengan marjin kontributor kotor.

Marjin kontribusi sama dengan penjualan dikurangi biaya variabel
CM = S – VC
Marjin kontribusi per unit sama dengan harga jual unit dikurangi biaya variabel per unit
CMu = SP – VCu
Marjin kontribusi juga sama dengan marjin kontribusi per unit dikalikan jumlah units terjual
CM = CMu x Q
Rasio marjin kontribusi (persentase) sama dengan marjin kontribusi per unit dibagi harga jual
CMR = CMu ÷ SP
margin Kontribusi adalah konsep akuntansi biaya yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan profitabilitas produk individu. Menghitung untuk margin kontribusi membantu dalam mengukur kegagalan atau keberhasilan lini produk perusahaan dengan mencocokkan Facebook profitabilitas satu baris dengan yang lain. Dengan sistem ini, Anda akan dapat menentukan produk apa yang anda perlu menambahkan atau menghapus dari lini produk untuk meningkatkan pendapatan. Pilihan mengurangi biaya variabel dan meningkatkan harga jual juga tersedia bagi para manajer dalam meningkatkan margin kontribusi.
Industri ritel bergantung pada perhitungan margin kontribusi produk mereka menangani dalam menentukan jika produk-produk ini menguntungkan atau tidak. Dari berbagai pilihan produk merek campuran atau yang biasa dikenal di bisnis ritel sebagai campuran produk, memilih dua produk merek yang berbeda. Mari kita katakan dua merek yang berbeda dari serealia yang memiliki harga yang sama. Meskipun kedua sereal adalah dihargai sama, margin kontribusi kedua produk bervariasi dari satu sama lain. Umumnya, dengan menghitung untuk margin kontribusi produk individu, Anda akan dapat untuk menentukan produk yang lebih menguntungkan untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah melihat lebih dalam tentang cara menghitung untuk margin kontribusi.
Produk pendapatan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung total penjualan produk Anda. total penjualan Anda adalah total kotor semua item yang dijual. Anda bisa mendapatkan angka ini oleh laporan penjualan baik dari penjualan mendaftar atau mengakses program penjualan komputer Anda. Ingat bahwa total tidak termasuk biaya tetap. Tetap terkunci-biaya yang tidak langsung berhubungan dengan penjualan dan tidak dalam bidang margin kontribusi.
Dikurangi biaya variabel. Dengan angka total penjualan, Anda sekarang perlu untuk mengurangi biaya variabel. Variabel mencerminkan pengeluaran untuk memproduksi dan menjual produk seperti produksi, pengemasan, biaya tenaga kerja, komisi penjualan, pengiriman, pemasaran langsung dan sejenisnya. Apa pun yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk berada di bawah lingkup biaya variabel.

Kontribusi perbandingan margin. ” Setelah Anda memiliki margin kontribusi total produk individual pada baris produk Anda, Anda akan perlu untuk membandingkan antara semua produk Anda. Setelah mengumpulkan data, sekarang Anda akan dapat membuat keputusan pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan Anda. Anda dapat mengubah harga produk tertentu atau bahkan menghapus produk tertentu dari lini produk Anda.
Dijadwalkan analisis. Untuk bisnis ritel, praktek komputasi untuk margin kontribusi harus merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara teratur. Tergantung pada ukuran staf Anda, Anda dapat melakukan prosedur ini bulanan, kuartalan, atau semi-tahunan. Kebanyakan bisnis melakukan perhitungan dan perbandingan margin kontribusi secara bulanan untuk membantu mereka melacak kinerja produk mereka lebih akurat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar